Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2011

Accrual Basic dan Cash Basic Accounting

Secara umum terdapat dua jenis metode akuntansi. Dua metode akuntansi ini berusaha menjelaskan tentang bagaimana suatu perusahaan mencatat transasksi – transaksinya dalam menjalankan binisnya. Dua jenis metode akuntansi tersebut adalah : 1. Cash Basic Accounting. 2. Accrual Basic Accounting. Perbedaan dari metode tersebut terletak pada saat pencatatan kas masuk dan kas keluar. Tetapi walaupun perbedaannya terletak hanya masalah pengakuan kas masuk dan kas keluar. Diantara perbedaan yang mungkin menurut anda sederhana, disana terletak begitu banyak error dan manipulasi jika anda mengamati perbedaan tersebut dengan sangat seksama. Kenyataannya, banyak perusahaan – perusahaan besar didunia pada akhirnya jatuh akibat mereka terlalu banyak memainkan metode – metode akuntansi. Cash-basis accounting Pada metode ini, perusahaan mencatat beban didalam akun keuangan ketika kas dikeluarkan atau dibayarkan. Selain itu pendapatan dicatat ketika kas masuk atau diterima. Sebagai

PENDIDIKAN ANGGOTA KOPERAS I UNTUK 100 KOPERASI SE-MALUKU

Dalam rangka menyambut HUT Koperasi Ke-64 Lapenkop Wilayah Maluku bekerja sama dengan Panitia Hari Ulang Tahun Koperasi menyelenggarahkan pendidikan Anggota Koperasi untuk 100 Koperasi pada tanggal 11 Juli 2011 di provinsi Maluku, kegiatan ini sebagai upaya untuk memberikan bekal pemahaman tentang perkoperasian kepada anggota koperasi sebagai ujung tombak perekonomian masyarakat dalam usaha untuk memberdayakan diri sendiri dan masyarakat pada umumnya, anggota sebagai pengguna jasa koperasi sekaligus sebagai pemilik diharapkan mampu untuk memainkan peran strategis nya dalam menggunakan jasa koperasi, memodali, mengawasi jalannya koperasi serta merasa memeliki dan turut menanggung atas resiko bisnis koperasi, demikian cuplikan sambutan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku yang di wakili oleh Kepala UPTD Bapak Janes Patty, pada sambutannya sekaligus membuka dengan resmi kegiatan dimaksud. dari kiri ke kanan (Ketua Dekopinwil Maluku Drs H Alidad Hataul, Kepala BT

HUT Koperasi ke-64 di Provinsi Maluku

    Perhelatan akbar Hari Ulang Tahun Koperasi yang ke 64, yang jatuh pada tanggal 12 Juli 2011 tahun ini mengangkat tema "Koperasi Kuat Rakyat Sejahtera" dan sub tema "Membangun Koperasi membangun Negeri". Sungguh memiliki makna yang mendalam dimana setiap masyarakat harus menyadari bahwa Koperasi merupakan sokoguru perekonomian rakyat yang paling kuat menahan terpaan badai krisis beberapa tahun belakangan ini. Sayangnya masyarakat masih banyak yang belum menyadari arti penting berkoperasi, dan cenderung mencari model usaha ataupun sumber-sumber pembiayaan yang lebih bergengsi. untuk itu maka Pemerintah dan seluruh gerakan Koperasi berusaha untuk merubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya Koperasi dengan berbagai macam langkah-langkah strategis baik dalam kelembagaan Koperasi itu sendiri, usaha nya maupun dalam bentuk sosialisasi dan kegiatan-kegiatan penyuluhan yang bersifat menumbuhkembangkan jiwa berkoperasi khususnya pada generasi muda. Presiden Susilo

Lintas Sejarah Pembangunan Koperasi Indonesia

Pembinaan di KUD Pelita Makmur Desa Seith Kab. Maluku Tengah, Tampak dalam gambar, Pembina Koperasi Provinsi Maluku Bp. F. Rikumahu, S.Sos Sedang berfoto di Depan Kantor Koperasi I.        GERAKAN DAN PERJUANGAN KOPERASI 1.       Semenjak dahulu kala, bumi nusantara menyimpan sebuah nilai budaya yang semakin berkilau dari masa ke masa. Yakni kegotong royongan, ikatan batin rasa senasib sepenanggungan. Sebagaimana diwujudkan oleh pendekar cendekiawan, Raden Arya Wiriatmaja Patih Purwokerto tahun 1896. Dari tangan emas tumbuh benih koperasi masa depan melonggarkan nafas kehidupan abdi bumiputera dari lilitan lintah darat yang tengah merajalela. 2.     Pintu-pintu abad dua puluh terbuka, amis darah pun semakin menyeruak akibat tanam paksa. Hal ini mengundang para bunga bangsa mempertinggi tembok-tembok koperasi serta mengubah gerak langkahnya menjadi benteng kebangkitan nasional pertama kali, khususnya dibidang ekonomi. Tahun 1909, Boedi Oetomo dan Serikat Dagang Islam membuat k

Cooperatives and Development History

Travel history of cooperatives in Indonesia can be divided into two, namely the colonial period and after independence. In previous writings have been presented about the journey of cooperatives in Indonesia in the colonial period, both by the Dutch and Japanese. Here are travel writings of Cooperatives in Indonesia after independence. After the independent Indonesian nation, the existence of cooperatives have been strengthened by the constitution. This is embodied in Article 33 paragraph 1 UUD’45. Therein stated: ‘The economy is conceived as a joint venture, based on the principle of kinship. In explanation of the UUD 1945 that says that the most suitable business up with the principle of kinship that is cooperative. Interpretation was often presented by Mohammad Hatta, who is often referred to as the formulator of the article. In explanation of the constitution is also said that Indonesia’s economic system is based on the principles of economic democracy, where the prod

Ekonomi Koperasi Sebagai Alternatif Solusi Penyedia Lowongan Kerja Global

Benar memang koperasi indonesia telah mengalami kapitalisasi. Jika kita cermati perbandingan sumbangsih pembukaan lowongan pekerjaan oleh koperasi dengan usaha kecil saja koperasi indonesia jauh dibawah, tetapi hal yang sebaliknya justru terjadi pada koperasi internasional. Koperasi, Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa koperasi memberikan begitu besar lowongan pekerjaan untuk masyarakat dunia.memang disetiap negara mempunyai eskalasi yang berbeda tetapi jika dilihat dari data glogal yang di paparkan ICA, kita akan paham betapa besar lowongan pekerjaan yang di sediakan oleh koperasi. Anda mau tahu bagaimana ekonomi koperasi sedemikian berpengaruh terhadap ekonomi global dan memberikan lowongan pekerjaan yang besar kepada masyarakat koperasi internasional? • Koperasi menyediakan lebih dari 100 juta pekerjaan di seluruh dunia, lebih dari 20% perusahaan multinasional. • Di Argentina, koperasi menyediakan tenaga kerja langsung untuk lebih dari 233.000 individu. ( Source: Ins

Klasifikasi Koperasi dan Pemeringkatan Koperasi

  P enilaian kinerja K operasi yang merupakan salah satu program prioritas Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2005 - 2009 terkait dengan upaya pemberdayaan koperasi adalah Pengembangan Kelembagaan dalam rangka mewujudkan 70.000 unit koperasi berkualitas. Sampai dengan awal April 2007 pelaksanaan penilaian kinerja koperasi adalah melalui Klasifikasi Koperasi, mengacu pada Permen KUKM No. 129/KEP/M.KUKM/XI/2002 tanggal 29 Nopember 2002 ). Mulai April 2009 sampai saat ini pelaksanaan penilaian kinerja koperasi dilakukan melalui Pemeringkatan Koperasi, mengacu pada Permen KUKM No. 22/KEP/M.KUKM/IV/2007 tanggal 16 April 2007, dan Permen Nomor : 0 6/Per/M.KUKM/III/2008 tanggal 12 Maret 2008 tentang Perubahan atas Permen No. 22/KEP/M.KUKM/IV/2007 tanggal 16 April 2007 tentang Pemeringkatan Koperasi. Memasuki tahun anggaran 2010 s/d 2014, Program Pemeringkatan Koperasi masih terus dilakukan baik melalui anggaran APBN maupun APBD Provinsi/Kabupaten/Kota. KUD Unatisa (Koperasi tertua di